UGM dan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) menjalin Kerjasama Induk pada tanggal 5 Desember 1974 yang kemudian diperpanjang pada 22 Februari 1978.
1978
Soetojo Tjokrodihardjo selaku Dekan Fakultas Teknik UGM bersama Prof. A. Baiquni, M.Sc., Ph.D selaku Direktur Jenderal BATAN secara resmi membuka Jurusan Teknik Nuklir
1981
Fakultas Teknik UGM memutuskan untuk menyelenggarakan Program Pendidikan S-1 Teknik Nuklir melalui proyek PERINTIS I.
Kurikulum 1981 berjalan sekitar 2 tahun hingga 1983. Setelah itu diterapkan Kurikulum 1983 yang ditetapkan oleh Konsorium Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Kerjsama yang dimaksud adalah dalam bentuk hibah alat lab dan pembiayaan studi lanjut dan riset.
1988
Pada tahun 1993, semua kegiatan dipindahkan dari Sekip ke gedung baru yang terletak di Jalan Grafika 2. Mulai saat itu, laboratorium dilengkapi dengan mendirikan Lab. Radiokimia dan Lab. Kimia Terapan, Lab. Komputasi, dan Lab. Elektronika Nuklir.
1993
Setelah diterapkan selama 12 tahun sejak 1983, kurikulum diperbarui dan diterapkan mulai Tahun Akademik 1996/1997. Diharapkan kurikulum baru tersebut dapat menyesuaikan perkembangan teknologi nuklir pada skala nasional dan internasional.
1995
Jurusan Teknik Nuklir Fakultas Teknik UGM menyelenggarakan pendidikan program alih jalur D3 Pendidikan Ahli Teknik Nuklir (PATN— Sl Teknik Nuklir) dengan penekakan minat Teknik Akselerator Nuklir. Program ini merupakan peningkatan program kerjasama dengan BATAN.
1997
Jurusan Teknik Nuklir bekerjasama dengan Departemen Kesehatan RI melaksanakan program alih jalur D3 Teknik Elektro Medik — Sl Teknik
Nuklir dengan penekanan minat Instrumentasi Medik.
Memasuki tahun akademik 1998/1999, Jurusan Teknik Nuklir memiliki 2 (dua) program studi, yakni Program Studi Teknik Nuklir dan Program Studi Fisika Teknik. Sementara itu nama Jurusan telah diproses untuk diubah menjadi Jurusan Teknik Fisika, dan mulai diberlakukan sejak tanggal 25 Juni 2001.
Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM mulai menyelenggarakan program pendidikan Magister Rekayasa Keselamatan Industri (MRKI). Dalam tahun akademik yang sama, Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, UGM mulai memberlakukan perubahan kurikulum yang mendasar dengan jumlah beban yang diambil mahasiswa dari 154 SKS menjadi 144 SKS dalam 8 (delapan) semester.
1999/200
Pada tahun 2014, Program Studi Teknik Nuklir resmi termasuk dalam International Nuclear Security Education Network (INSEN) yang digagas Oleh International Atomic Energy Agency (IAEA). Selain itu, diselenggarakan Konferensi Internasional ASTECHNOVA yang meningkatkan kerjasama dengan NAMCSSTC.
2013-2016
Pada tahun 2016, UGM melakukan perubahan struktur organisasi dan tata kelola fakultas berdasar Peraturan Rektor NO. 809/P/SK/HT/2015. Seiring dengan perubahan tersebut, nama Jurusan Teknik Fisika berubah menjadi Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika.
2016
Surat Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada No.515/UN1.P.1/SK/HUKOR/20 16 tertanggal 15 Februari ijin 2016 tentang operasional Program Studi Magister Teknik Fisika di Universitas Gadjah Mada.
2021
Pada 2021, DTNTF mendapatkan visitasi dari IABEE dan berdasarkan hasil evaluasi, status Prodi Teknik Nuklir dan Teknik Fisika terakreditasi IABEE secara penuh.